
Mary: [Mary is looking at the stars outside the Axiom while other passengers pass idly by] Oh! So many stars! Ah.
[she sees WALL-E and EVE flying around outside]
Mary: Oh! Hey! That's what's-his-name!
[backs up, bumps into John]
John: Hey! What the-?
Mary: Look! Look, look, look!
[she shuts off his chair and screen, making him aware of his surroundings]
John: Huh? What?
[sees WALL-E and EVE]
John: Hey... I know that guy! It's uh, uh... WALL-E! That's it! Hey - WALL-E! It's your buddy John!
Mary: [simultaneously] Hey! Hi, WALL-E!
[John casually puts his right hand upon Mary's]
John: [looks down, somewhat surprised; looks up at Mary, smiles] Hi.
Mary: [smiles] Hi.
Dialog di atas merupakan dialog dalam film animasi WALL-E,kisah cinta sepasang robot.Dalam film itu,kehidupan semua manusia di gerakan dan di manjakan oleh teknologi,24 jam manusia hanya duduk di sebuah kursi robot dengan sebuah layar 4 dimensi di depannya,apa yang diinginkan,manusia tinggal mengatakannya dan selanjutnya semua robot yang atur,mau makan apa,pesan aja,dan robot akan mengaturnya untuk kita,jadi setiap saat manusia hanya perlu memandang ke depan layar 4 dimensi itu saja dan dimana pun sampai berjemur di pinggir kolam renang pun,manusia tidak lepas dari layar yang didepannya.Sementara wall-e dan pasangannya eve bermain,menikmati keindahan jutaan bintang dilangit malam,saat suatu hari di suatu malam,sebuah robot lain yang nakal berlari bertabrakan dengan kursi robotnya Mary(manusia)dan terjatuh,Mary baru sadar dan lihat betapa indahnya keadaan disekitarnya.dia lihat begitu banyak bintang,dan dia pun membangunkan pasangannya,John.
Kisah di atas sudah cukup menggambarkan realita kehidupan kita sekarang,apa yang di tayangan di film itu persis dengan apa yang terjadi dengan kehidupan kita sekarang ini,di saat hidup kita semuanya di kendalikan oleh robot,dan kecanggihan teknologi,dengan gaya hidup manusia yang sekarang hampir semuanya tergantung dan hidup bersama dengan jejaring sosial dunia maya.Saat berkumpul bareng,namun bukan hiruk pikuk,canda tawa dalam sebuah obrolan hangat yang di perbincangkan,namun masing masing tertawa cekikikan tidak jelas dengan masing masing memegang sebuah blackberry ditangan,dan kadang semuanya menjadi diam,Saat jalan bersama dengan sang suami,bukan kehangatan dan kebersamaan yang hidup* yang terjadi hanyalah raga yang eksis,sementara masing masing sibuk saling chating lewat sebuah gadget blackberry di tangan.
inilah fenomena abad 21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar