hidup terlalu jenuh kalau semua dibiarkan berlalu begitu saja,mendingan di tulisin aja kisah-kisahnya,kan lebih berwarna jadinya.ada lucu,ada tawa,bisa terbahak-bahak,ada sendu,ada tangis,bisa terisak-isak.
Rabu, 03 Maret 2010
kejenuhan
seorang penulis pernah mengatakan bahwa hidup tidaklah seperti rel kereta yang lurus,namun penuh dengan arang melintang seperti gigi gergaji yang zig zag.tapi,rasanya dilihat dari sisi alur dan ritme,hidup itu seperti rel,ini murni pendapat pribada saja,dan bersifat relatif,kenapa saya berkata begitu.bisakah kamu merasakan dan memikirkan apa yang kamu kerjakan di esok hari?sepertinya kita bisa membayangkannya dengan detail.besok pagi saya harus ketemu dengan si anu dan si ani,haha..siangnya harus presentasi,sorenya harus ketemu langganan.atau besok harusserahlkan laporan kepada atasan,siap siap diomelin lagi,karena target tidak tercapai(malam ini mulai tidur dengan rasa bete untuk hari esok)atau besok ketemu dnegan si dia dan si dia lagi,jenuhhhhh kan,haha,harus pura pura baik,pura pura senang,begitulah.semuanya seperti berjalan dalam rel,walau mungkin melenceng sedikit,atau keluar dari jalur sedikit,sisi besarnya tetap sama.ada kalanya,ingin keluar dari rutinitas itu sendiri,walau itu harus sebentar atau beberapa saat saja,seperti arus sungai,ada kalanya ingin melawan arus itu sendiri.seperti ehm ehm,alpa kerja(gak masuk kantor)tapi jalan jalan kemana mana,atau nongkrong baca buku di cafe favorit kita disaat yang lain harus kerja.hehe...tapi jangan alpa,terus tiduran dirumah sampai malam,rasanya mubazir sekali.tidak ada gregetnya dengan melewati waktu hanya dengan tidur.maksud saya,lakukan sesuatu yang kita suka dengan melawan arus itu sendiri.lakukan kegiatan yang aktif.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar