Rabu, 24 Februari 2010

nikmatilah selagi bisa di nikmati

Dalam hidup ini,dengan sekejap kita berkedip segalanya bisa berubah,saat kita bisa menikmatinya,nikmatilah,jangan kamu sisakan untuk hari esok untuk sesuatu yang bisa kamu nikmati di hari ini,karena segalanya bisa berubah,bisa bisa kita tidak bisa menikmatinya sedikit pun,ibarat sepotong kue,saat kamu menyimpannya untuk hari esok,segalanya bisa berubah.saat esok kamu mengambilnya,tiba tiba kamu mendapati kue itu telah di semuti dan kamu tidak jadi lagi untuk menikmatinya dan kamu akhirnya harus mengirimkannya ke tong sampah.dan saat menikmatinya,nikmati dengan setiap rasa yang ada,cicipi,rasakan manisnya bila itu emang manis,rasakan pahitnya bila itu emang pahit,seperti sebuah film animasi yang pernah saya nonton,tentang seekor tikus yang jadi koki hebat di sebuah restoran,janganlah menikmati sepotong makanan seperti seseorang yang kelaparan,katanya.orang yang kelaparan hanya berusaha memasukan semuanya ke mulutnya tanpa bisa membedakan lagi mana yang enak dan tidak,mana yang enak dan mana yang biasa,tapi jadilah seorang penikmat yang mecicipi setiap rasa dalam makanan itu sendiri.
Saat tadi pagi seperti biasanya saya menikmati breakfast time saya di sebuah kedai kopi favorit saya,karena sudah menjadi sebuah rutinitas yang hampir hadir dalam setiap hari,jadi muka muka yang hadir di situ secara tidak langsung juga terasa menghapalnya,bukan hanya parasnya,namun secara tidak langsung wataknya walaupun mungkin tidak banyak bisa saya kenalin,dan banyak yang menjadi akrab walau kadang kita menegur tanpa tahu nama masing masing,menganggukkan kepala dan menebar sebuah senyum sudah lebih dari cukup,saat itu teringat benar apa dikatakan yang oleh penyair kenamaan sheakespeare"apa artilah sebuah nama".Tadi pagi saat saya duduk santai menikmati secangkir kopi,seorang bapak dengan muka yang hampir saya tidak mengenalinya masuk,dengan jalan terseret-seret seperti orang cacat,tangan kirinya tertekuk mati,dengan jari jari tangannya yang berlipat mati,mungkin terkena penyakit stroke yang parah.ironis.begitulah kehidupan manusia,setahun yang lalu bapak itu masih dengan lincahnya berjalan dan bercanda ria bersama temannya dan saya waktu itu juga merasa kurang menyukai tabiat bapak itu,karena saya sering melihat dia suka mengodai pelayan di kedai itu,walau hanya dalam bentuk candaan atau tidak,saya tidak tahu dengan pasti,namun kesannya tua tua keladi banget,saat seorang cewek cakep lewat,kedua bola matanya rasanya mau terlepas.namun hari ini melihat dia seakan melihat seseorang yang lain,sampai saya harus butuh beberapa menit baru mengingatnya.
Dalam kehidupan ini,ada kalanya kita menjadi saksi perubahan seseorang,dan disisi lain orang lain menjadi saksi perubahan kita sendiri.
Dulu,saya sering risih,dan jujur kadang sekarang saja masih ada rasa itu,saat melihat ayah saya sendiri seperti seorang yang kelaparan,karena nafsu makannya yang gede,dengan nafsu makan apa saja yang di hidangkan,rasanya seperti tidak bisa kenyang,tapi saat rasa risih itu muncul,pikiran lain juga muncul,saat ia bisa menikmati,biarlah dia menikmati.Saat seseorang telah terbaring tergeletak di ranjang karena sakit,saat kamu menyodorkan semua makanan yang terenak pun,dia tidak bisa memakannya lagi,bagaimana perasaanmu?sedih dan penyesalan yang besar akan datang bukan!saat itu yang ada hanyalah rasa bersalah yang sedemikian hebat,namun kamu tidak akan bisa mengulanginya..nikmatilah selagi masih bisa dinikmati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar